Kamis, 16 Desember 2010

Ragam Hias Nusantara


1. MEDALION
Motif yang berupa lingkaran atau elips yang yang diisi berbagai ukiran, untaian bunga, tapak dara (salip yahudi).

2. MEANDER
Bentuk : seperti aliran sungai yang berkelak-kelok.
Keberadaan :Relief candi, pura, hiasan masjid, rumah tradisional, batik, tekstil, tembikar, bejana perunggu maupun barang-barang kerajinan lainnya.
Filosofi : kehidupan selalu penuh dengan lika-liku, seperti layaknya air yang mengalir dari hulu hingga hilir. karena air yang mengalir dari puncak gunung pada akhirnya akan sampai juga di samudra yang maha luas.
Makna : optimis, kreatif, gigih dan pantang menyerah

3. ROSET
Bentuk karangan bunga yang berpusat di tengah. Pada umumnya memiliki bentuk dasar lingkaran. Atau susunan daun yang melingkar dan rapat berimpitan.

4. TUMPAL
Bentuk : Motif geometris bidang segitiga berjajar dalam satu barisan
Sejarah Perkembangan : Sejak prasejarah hingga sekarang mengalami penyebaran yang diterapkan pada bagian arsitektur, tekstil, maupun anyaman. Juga terdapat pada pinggiran kain batik atau songket.
Fungsi Magis : Konsep kesatuan kosmos, mikrokosmos (manusia), makrokosmos (semesta), dan metakosmos (alam ‘lain’), ialah penggambaran dari yang bersifat keduniaan menuju kepada ketuhanan. di masa sekarang, motif hias tumpal beralih fungsi, dari magis-simbolik, menjadi pemenuhan rasa keindahan.

5. ANTEFIK
Bentuk : seitiga ganda sebagai hiasan di sudut candi. Biasanya berhias dewa dan motif tumbuh-tumbuhan
Motif ini banyak dijumpai pada candi-candi

6. KALPATARU
Pengertian : berasal dari kata ‘kalp‘ yang berarti ‘ingin atau ‘keinginan‘, pohon yang dapat mengabulkan segala keinginan manusia yang memujanya. Atau berasal dari kata ‘kalpa‘ yang berarti ‘masa dunia‘, suatu periode yang sangat lama, yaitu periode antara penciptaan dan penghancuran dunia. Serta, ‘taru‘ yang berarti ‘pohon‘.
Nama lain : Kalpawrksa, Kalpadruma atau devataru dan termasuk satu dari lima jenis pohon suci (pancawrksa) : Mandara, parijata, Samntana, Kalpawrksa, dan Haricandana yang ada di kahyangan Dewa Indra.

7. PERMADANI
Motif hiasan dengan bentuk perulangan yang teratur dan merata. Motif ini banyak dijumpai pada kain batik dan motif pada karpet

8. GUIRLANDE
Guirlande adalah motif hiasan yang menggantung-gantung berbertuk untaian. Banyak digunakan untuk hiasan interior, misalkan tirai.

9. SWASTIKA
Makna : simbol religius yang paling disucikan dalam tradisi Hindu, berlatar belakang sejarah dan budaya yang kompleks bukan sebagai kreasi milik bangsa atau kepercayaan tertentu.
Sejarah : telah ada sekitar 4000 tahun lalu (berdasarkan temuan pada makam di Aladja-hoyuk, Turki), variasi Swastika ditemukan pada tinggalan-tinggalan arkeologis ( koin, keramik, senjata, perhiasan atau pun altar keagamaan) yang tersebar di berbagai wilayah
Simbol : kekerasan yang terjadi selama penjajahan Jepang (diilhami dari masa penjajahan)

10. PILIN-PILIN
Sangat jarang ditemukan baik dalam benda-benda profan maupun sakral, biasanya ditorahkan didua permukaan sisir dan biasanya dopadukan dengan motif tumpal.

0 komentar:

Poskan Komentar